Globalsatu.com, TOMOHON - Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kembali ketambahan medali dalam Pekan Olahraga Nasional (PON)ke-XX Papua.Ketambahan medali ini datangnya dari cabang olahraga (Cabor) menembak putri di dua kategori yakni kategoti team serta tunggal.
Untuk Atlit menembak Sulut atas nama Gisella Lasut dan Fransisca Siangian berhasil meraih medali perak dengan total poin 1235.1 mengungguli Provinsi Bali dengan nilai 1.227.4, sedangkan peraih medali emas dari pasangan Jawa Barat dengan nilai 1236.2 dalam kategori Results 10m Air Rifle Women team.
Untuk medali kedua kembali disumbangkan Gisella Lasut dalam kategori Results 10m air rifle women dengan total nilai 221.8 dan raih medali perunggu sementara medali perak dari Jatim dan medali emas dari jabar.
Manajer Tim Menembak Sulawesi Utara (Sulut) Ir Miky Junita Linda Wenur MAP (MJLW) mengungkapkan syukur atas perolehan medali oleh atlit binaanya ini.
" Ini tentu bukan proses yang pendek tetapi merupakan kerja keras dari pada atlit,tim dan pelatih, dan puji Tuhan kita boleh dapat medali perak dan perunggu untuk perorangan dan team,"kata Wenur.
Hasil yang didapat oleh atlit menembak dalam PON XX Papua ini sendiri menurut Isteri Senator Stefanus BAN Liow tidak akan membuat mereka berpuas diri namun akan lebih berbenah sehinga dapat memberikan yang lebih baik dalam iven mendatang.
" Kedepannya kita harus berbenah lagi karena harus diakui bahwa latihan yang dilakukan oleh kedua atlit ini di Sulawesi Utara masih menggunakan kertas sehingga ukuran belum bisa terpantau.Mudah - mudahan kedepan bisa kita benahi sehingga empat tahun mendatang kita bole meraih medali emas," ujar MJLW.
Diapun berharap pihah KONI Sulut dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) sama Perbakin lebih banyak menggelar iven sehinga potensi atlit menembak di Sulut akan lebih baik dan atlit yang berpotensi dalam bidang bisa lebih banyak.
"Kita juga akan memberi masukan kepada pihak KONI dan Pemerintah Sulut khusunya Perbakin sendiri agar iven - iven lebih banyak lagi tentu ini perlu ada kerja sama.Perbakin tidak akan mungkin berjalan sendiri begitupun KONI, suport pemerintan juga tidak akan bisa diberikan jika tidak ada kepedulian dari aktifitas Perbakin juga Koni,kedepan kita berharap akan memberi masukan karena kita punya banyak atlit menembak Sulut yang berpotensi," terangnya.
Sementara untuk dua atlit menembak yang berhasil mengharumkan warga Sulut menurut Wenur,pihaknya akan tetap mensuport dan membekali keduanya menginggat usia atlit tersebut tergolong muda dan Sulut sendiri punya segudang atlit mudah berprestasi.
"Mereka termasuk atlit masih muda keduanya baru berumur 20 tahun dan kita juga punya bibit atlit yang masih SMP dan saat ikut Anniversary Perbakin banyak mendapat juara satu.Saya rasa untuk regenerasi atlit, kita punya generasi yang cukup banyak maka kita mendorong dan fasilitas yang harus kita siapkan,"lanjutnya.
Ditanya terkait tidak adanya perutusan atlit menembak pria yang berlaga di PON Papua, Wenur menjelaskan sebenarnya Sulut punya,tetapi sudah bermain di daerah lain."Untuk atlit putra sendiri kita punya, tetapi kemarin diambil oleh daerah lain dan tidak boleh bermain di PON,mungkin kalau punya fasilitas yang memadai kita akan dorong atlit putra untuk bole berhasil kedepan, dan kitapun punya potensi di senjata api," pungkasnya.(Ody)
