Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

Strategi Kehumasan Bawaslu Di Masa Pandemi Covid-19 Jadi Tema Diskusi Daring Devisi SDMO Bawaslu Sulut

Jun 5, 2020, 20:21 WIB Last Updated 2020-06-05T13:33:46Z
Ketua Bawaslu Herwyn Malonda SH,MH,M.Pd saat diskusi daring 
GlobalSatu.com,Manado - Badan Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu ) Provinsi Sulawesi Utara Devisi SDM dan Organisasi (SDMO) untuk ke-8 kali gelar pertemuan daring 'Sekolah Baku Beking Pande' dan kali ini bertemakan "Strategi Kehumasan Bawaslu Di Masa Pandemi Covid-19”.

Ketua Bawaslu Provinsi Sulut, Herwyn Malonda, dalam sambutannya mengatakan Bawaslu Sulut terus berkoordinasi denga pihak Pemerintah pada tahapan pilkada yang akan segera berlanjut.

“Bawaslu terus berkoordinasi dengan Pemerintah daerah sambil menunggu tahapan dari KPU. Sebelumnya koordinasi dengan Pemerintah Pusat juga baru saja dilaksanakan dan dihadiri langsung oleh Mendagri dan MenkoPolhukam. Juga dihadiri oleh Gubernur Sulut bersama dengan Kepala daerah Kabupaten/Kota," Kata Malonda.

Dalam pelaksanaan pilkada ini, Upaya Kesehatan dan keselamatan warga jadi perioritas,"Pelaksanaan tahapan pasti akan dilaksanakan pada masa pandemi covid-19 ini, serta upaya kesehatan dan keselamatan warga akan diperhatikan bila dilanjutkannya tahapan pilkada.” Ujarnya.

Pernyataan yang sama dikatakan Pimpinan Bawaslu Sulut Awaluddin Umbola,"Meski situasi tidak menentu di masa pandemi ini saya berharap jajaran Bawaslu di Sulut lebih lagi meningkatkan kapasitasnya menggunakan teknologi dalam kerja-kerja pengawasan," Terang Umbola.

Usai Umbola,  Heard Runtuwene, Anggota Bawaslu Kota Manado dalam paparan materi menjelaskan Bawaslu harus mempunyai prinsip keterbukaan dengan memberi akses informasi, memberi informasi secara efektif dan memberi respon kepada masyarakat.

" Beberapa hal memang banyak menghambat bidang kehumasan Bawaslu di saat pandemi, karena sebagai public relation, selain memberi informasi kepada masyarakat.lewat media social maka seharusnya Bawaslu harus ikut turun langsung kepada masyarakat," Jelasnya.

Menurut Heard, apa pun kemungkinan yang akan terjadi ke depan pada pelaksanaan pilkada di masa pandemi, maka Bawaslu harus memiliki data secara lengkap dan berkualitas.

Sementara Anggota Bawaslu Kota Manado lainnya, Taufiq Bilfaqih, menambahkan bahwa Bawaslu Manado selama Pemilu pada tahun 2019 lalu lebih mengunggulkan medsos,  karena dengan metode teknologi, maka informasi dapat tersebar luas dengan cepat.

Gladys Runtukahu yang adalah Ketua DPC Perhumas Kota Manado yang juga menjadi narasumber utama memaparkan jajaran Bawaslu di Provinsi Sulut harus terbuka dan mempunyai strategi bila ingin agar kelembagaannya atau tugas, wewenang, dan kewajiban dari Bawaslu dapat tersampaikan dengan baik kepada publik.

Menurutnya dalam kinerja Bawaslu terdapat 6 tahap proses transformasi digital, yakni: “Business As Usual”, “Present and Active”, “Formalized”, “Strategic”, “Converged” serta “Inovasi dan Adaptasi”

Disampaikan pula sebagai Public Relation dalam masa pandemi covid-19, Bawaslu harus memahami soft skill dan hard skill.

" Untuk meningkatkan kwalitas kehumasan, maka jajaran bawaslu juga harus memperhatikan untuk membangun internal influencer (jaringan talenta muda internal yang aktif di medsos sebagai duta perusahaan, serta training dan edukasi untuk memastikan setiap postingan mempunyai konten positif dan bermanfaat yang relevan dan harus dilaksanakan secara konsisten)," Paparnya.

Saat menutup rapat daring, Ketua Bawaslu menghimbau kepada Panwascam agar berhati – hati menggunakan media sosial, karena fungsi humas dalam jajaran Bawaslu di Sulut harus bisa disampaikan secara baik, benar dan menyeluruh kepada masyarakat luas untuk mengetahui berbagai informasi terkait tahapan Pilkada.

Dikesempatan rapat daring yang diikuti oleh seluruh pimpinan dan staf Bawaslu Kabupaten/Kota bersama Panwaslu Kecamatan se-Sulut diberikan kesempatan penyampaian materi oleh para narasumber dan diskusi bersama. ( WSg)

Iklan