Globalsatu.com, MINAHASA - Suburnya tanah di Minahasa menarik perhatian khusus para investor,dan kali ini Perusanan ternama di Indonesia yakni PT Indeso Aroma mengembangkan sayapnya berinvestasi dibidang pertanian dengan membudidayakan tanaman serai wangi di perkebunan Desa Tountimomor Kecamatan Kakas Barat.
Herly Walandouw, salasatu offtaker tanaman serai wangi di Sulawesi Utara (Sulut) menjelasakan termotifasi dirinya mengembangkan usaha tumbuhan tersebut karena melihat potensi lahan di Sulawesi Utara terlebih kusus Minahasa yang luas,subur namun masih banyaknya lahan tidur yang sudah tidak digarap lagi.
" Pada dasarnya saya terpacu untuk memanfaatkan lahan tidur,dan tanaman serai ini sendiri sangat mudah untuk di tanam,apalagi lahan kita ternyata sangat mendukung, tanaman ini sendiri tumbuhnya seperti rumput," kata Walandouw.Selasa,(18/10)
Dijelaskannya, meski tamanan serai ini sendiri mudah untuk tumbuh,namun perlu ada perawatan khusus sehingga hasilnya memuaskan.
" Memang sangat mudah untuk tumbuh,namun harus dirawat karena tanama ini bisa bertahan sampai 8 tahun, dan untuk masa panennya sendiri untuk tahun pertama enam bulan,setelahnya setiap tiga bulan, tahun pertama minimal tiga kali panen dan tahun berikut bisa sampai empat dan lima kali panen.Sekali lagi harus perlu ada perawatan jangan lihat ini rumput," jelasnya.
Sementara untuk keuntungan membudidayakan tanaman serai ini sendiri menurut Helry sangat menjanjikan.
" Kalau saya bilang sih ini sangat menguntungkan,karena jika dibandingkan dengan tanaman lain satu sampai empat bulan ditanam dan perlu ada pembibitan lagi ulang tetapi tumbuhan ini sekali ditanam dia akan tumbuh sampai kurun waktu yang lama dan panen berkali-kali.Kalau kita tanam satu hektar yang masuk ada sekitar 10 ribu bibit,enam bulan pertama akan mengasilkan 10 ton dan diolah menjadi minyak 100 kg,dan dari standar koperasi yang kita ajak kerja sama hasilnya jual 150 ribu/kg, kalau 100 kg maka diuangkan ada sekitar 15 juta rupiah,"paparnya.
" Berbicara keunggulan,untuk hasil produk minyak tumbuhan serai ini,bisa untuk aroma terapi,sabun,parfum,serum muka,shampo,kedepannya mudah-mudahan dapat berjalan baik maka kita berencana diolah menjadi bio dessel," lanjutnya.
Sementara bagi warga petani yang ingin mengembangkan usaha serai ini,Herly Walandouw memotifasi dengan bantuan koprasi Maesa Mitra Jaya(MMJ) bekerja sama dengan Bank Sulutgo.
"Kita sudah membentuk Koprasi Maesa Mitra Jaya bekerja sama dengan bank sulutgo dan sudah dilauncing dengan OJK, kita menjadi Offtaker di sulut,ini kredit biasa tanpan anggunan proses cepat dan bunga ringan, didalam KUR itu sudah ada bibit juga pupuk dan masyarakat tidak usah kawatir menjualnya kemana tetap kita yang ambil," terangnya.
Sementara Prof.Ferry Rumengan selaku Ketua Dewan Penasihat Koprasi Maesa Mitra Jaya menuturkan usaha yang digeluti Herly Walandouw ini sangat baik untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat.
" Sangat baik apalagi disamping menggarap lahat tidur,inipun untuk meningkatkan perekonomian warga dan kesejahteraan rakyat,ada program pemerintah yang begitu bagus dengan fasilitasnya,cuma pemerintah tidak bisa berjalan sendiri maka perlu ada lembaga-lembaga penyangga yang membeli produknya dan menjaga harga dan perlu ada keterlibatan masyarakat petani.Jadi harus ada kerja sama," Ujar Rumengan.
" Saat ini kita buat koperasi MMJ.maka kita membuat sistem kerja dimana masyarakat, Offtaker sama pemerintah bisa satu, dalam arti,pemerintah memiliki fasilitas,termasuk pembiayaanya didalamnya ada bank sulutgo,untuk membantu petani,tetapi kalau tidak ada jaminan dari hasil yang diproduksi petani artinya tidak ada pembeli maka maka akan sulit, maka disini kita bersyukur sekali dimana Koprasi MMJ yang bisa bekerja sama dengan perusahan Indeso Aroma,dan semua mendapat keuntungan mulai dari petani, penjamin yakni pihak pemerintah yang didalamnya adalah pihak bank sulutgo maupun perusahan PT Indeso Aroma.," Imbuhnya.(Ody)